Like Fans Page Kami ,Terimakasih :)

8/12/2011

Di Temukan Planet Yang Sangat Hitam Kelam

Princeton--Sebuah planet dapat terlihat karena memantulkan cahaya dari bintang induknya. Planet Mars, misalnya, memancarkan 17 persen sinar matahari yang diterimanya. Namun sebuah planet yang baru ditemukan di galaksi ini jauh lebih hitam daripada batubara, membuatnya menjadi planet tergelap yang pernah ditemukan.







Planet yang baru ditemukan oleh sebuah tim astronom lintas institusi di Amerika Serikat itu adalah TrES-2b. Planet itu mengorbit bintang mirip matahari yang terletak 718 tahun cahaya, arah rasi Draco. Jika diukur dari bintang induknya, planet seukuran Yupiter ini berjarak sekitar 4,8 juta kilometer atau 30 kali lebih dekat dibandingkan jarak bumi-matahari.

Jarak yang amat dekat dan ukuran yang sangat besar tak membuat planet ini bersinar terang. Planet kelam tersebut justru sangat gelap karena memantulkan sedikit cahaya bintang induknya, kurang dari satu persen.

Observasi menggunakan wahana Kepler milik badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengkonfirmasi hal ini. Kamera yang tertanam di dalam wahana ini merekam secara presisi 50 kali siklus orbit TrES-2b. Cip di dalamnya juga mampu melihat perubahan terang hingga enam bagian per sejuta.

Pada tingkat kecanggihan peralatan seperti ini, astronom menemukan planet ini lebih sedikit memantulkan cahaya bintang, dibandingkan batu bara paling hitam sekalipun.

“Kami tidak mengetahui penyebab gelapnya planet ini,” ujar David Spiegel dari Princeton University. “Namun planet ini masih memantulkan sedikit cahaya dalam warna merah, seperti pijaran kawat pada kompor listrik.”

TrES-2b memiliki suhu 982 derajat celsius. Pada udara sepanas ini, awan amoniak pemantul cahaya seperti di Yupiter tidak mungkin terbentuk. Astronom justu menemukan beberapa bahan kimia penyerap cahaya seperti sodium, potasium, dan gas titanium oksida. Namun material ini belum cukup untuk menjelaskan tingkat kegelapan planet ini.

Kondisi unik lain yang ditemukan adalah satu sisi planet selalu menghadap ke bintang induk. Hal ini disebabkan oleh fenomena yang disebut sebagai penguncian tidal. Penyebabnya, jarak bintang yang amat dekat dengan TrES-2b membuat gravitasi bintang meredam rotasi planet dalam waktu singkat.




tempointeraktif
Posting Komentar